Pusaka Mitrajasa Express

Jasa Kirim Barang Via Kereta-Api

Pembelian BBM Subsidi Non Tunai Mulai Dicatat

Posted by pusakamitrajasa on 15/10/2013

Pemerintah memastikan mulai mencatat seluruh transaksi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhir bulan ini dengan menggunakan sistem pembelian nontunai di seluruh wilayah Jakarta.

Djoko Siswanto, Sekretaris Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pihaknya sedang melakukan persiapan teknis, dan menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan oleh sistem pembelian nontunai. Diharapkan, tidak ada kendala teknis pada uji coba itu, sehingga pihaknya dapat langsung mengeluarkan payung hukumnya.
Dia menuturkan pelaksanaan uji coba pembelian BBM bersubsidi nontunai dilakukan secara bertahap. Awalnya, uji coba dilakukan kepada masyarakat yang telah memiliki kartu debit, dan masyarakat masih diperbolehkan membeli dengan menggunakan uang tunai.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki kartu debit, akan disediakan kartu khusus di setiap SPBU ,” katanya di Jakarta.

Menurutnya, untuk mendapatkan kartu khusus pembelian BBM bersubsidi itu, masyarakat akan dikenakan biaya yang besarannya masih dibicarakan. Biaya itu bertujuan agar masyarakat tidak menghilangkan kartu itu, dan dapat dicairkan kembali dengan menukarkan kartu yang dimilikinya.

Uji coba sistem nontunai itu juga akan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara pengusaha SPBU dengan perbankan. Nantinya, bank yang telah menyatakan kesediaannya seperti BCA, Bank Mandiri, BNI, dan BRI akan memasang perangkat mesin pembayaran atau electronic data card (EDC) di SPBU.

Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Ery Purnomohadi mengatakan siap menjalankan program itu. Dirinya juga yakin tidak akan ada kendala berarti, karena sebagian masyarakat sudah terbiasa membeli BBM dengan kartu debit dan kredit.

“Penerapan kebijakan ini sangat besar manfaatnya bagi pengusaha SPBU. Pembelian BBM bersubsidi nontunai dapat menghindari uang palsu dan tindak perampokan di SPBU,” jelasnya.

Di sisi lain, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) mulai memasang ring radio frequency-identification (RFID) di mobil masyarakat yang ada di Jakarta. Pemasangan alat monitor yang digarap PT Pertamina (Persero) itu dilakukan secara gratis.

“Kami akan mendatangi masyarakat untuk memasang ring RFID, dan mendirikan pos pendaftaran pemasangannya secara gratis di beberapa lokasi strategis, tempat keramaian, termasuk SPBU Pertamina yang ada di Jabodetabek,” kata Andi Nugroho, Manajer Sosialisasi Sistem Monitor dan Pengendalian (SMP) BBM bersubsidi PT Inti.

Dia mengatakan penggunaan RFID dapat menjaga besaran volume konsumsi BBM bersubsidi di masyarakat. Pertamina juga dapat menggunakan sistem itu untuk mendapatkan akuntabilitas penyediaan dan distribusi BBM bersubsidi.

PT Inti sendiri memenangi lelang yang dilakukan Pertamina untuk memasang ring RFID di 100 juta kendaraan bermotor yang ada di seluruh Indonesia.Alat itu akan dipasang di 80 juta sepeda motor, 11 juta mobil penumpang, 6 juta truk, dan 3 juta bus, melalui 5.027 SPBU Pertamina, serta 150 kantor layanan PT Inti di seluruh Indonesia.

Saat ini, PT Inti telah melakukan pemasangan ring RFID di kendaraan milik penghuni Komplek Taman Mutiara Prima Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mobil milik anggota Komunitas Toyota Avanza Club (TACI) serta Avanza Xenia Club (Axic), dan mobil milik anggota Great Corolla Club.

Sumber: Bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: