Pusaka Mitrajasa Express

Jasa Kirim Barang Via Kereta-Api

Kampung Bandan

Posted by pusakamitrajasa on 14/06/2011

Nama Kampung yang berada dekat pelabuhan Sunda Kelapa atau masih dalam kawasan Kota Lama Jakarta (Batavia). Berdasarkan informasi yang dapat dikumpulkan terdapat beberapa versi asal-usul nama Kampung Bandan. Pertama, bandan berasal dan kata Banda yang berarti nama pulau yang ada di daerah Maluku. Kemungkinan besar pada masa lalu (periode kota Batavia) daerah ini pernah dihuni oleh masyarakat yang berasal dari Banda. Penyebutan ini sangatiah lazim karena untuk kasus lain ada kemiripannya, seperti penyebutan nama Kampung Cina disebut Pecinan. Tempat memungut pajak atau cukai (bea) disebut Pabean dan Pekojan sebagai perkampungan orang Koja (Arab), dll.

Kedua, banda berasal dan kata Banda (Bahasa Jawa) yang berarti ikatan. Kata Banda dengan tambahan awalan di (dibanda) mempunyai arti pasif yaitu diikat. Hal ini dapat dihubungkan dengan adanya peristiwa yang sering dilihat masyarakat pada periode Jepang, yaitu pasukan Jepang membawa pemberontak dengan tangan terikat melewati kampung ini menuju Ancol untuk dilakukan eksekusi bagi pemberontak tersebut. Dan terakhir, banda merupakan perubahan ucapan dari kata Pandan. Pada masa lalu di kampung ini banyak tumbuh pohon pandan, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama Kampung Pandan.

Kampung Bandan dalam sejarahnya merupakan lokasi penampungan budak-budak dari Banda di Maluku pada zaman Hindia Belanda. Tahun 1621, Gubernur Jenderal J P Coen menaklukkan Pulau Banda. Di pulau tersebut J P Coen melakukan pembunuhan dan pembantaian yang luar biasa kejamnya. Rakyat Banda yang selamat ditawan dan diangkut ke Batavia (Jakarta). Di pusat pemerintahan Hindia Belanda itu, orang-orang Banda dikurung di sebuah penjara. Karena tidak muat, banyak dari mereka dimukimkan di sekitar penjara dengan pengawasan ketat.

Pada tahun 1682 budak-budak di Kampung Bandan pernah memberontak rnelawan VOC di Marunda. Namun, apalah artinya pemberontakan mereka melawan VOC yang saat itu sudah mempunyai persenjataan lengkap. Konsekuensi dari pemberontakan yang gagal itu, sebagian budak Karnpung Bandan dikirim ke Srilangka yang juga menjadi daerah kekuasaan Belanda. Ketika era perbudakan berakhir, para eks budak dan Bangka itu tetap tinggal di Kampung Bandan. Rumah-rumah mereka berbentuk gubuk yang terbuat dari bambu, tikar, dan jerami. Untuk hidup sehari-hari, mereka bekerja sebagai nelayan, petani, dan ada juga yang menjadi serdadu VOC.

Pada masa itu, Pelabuhan Pasar Ikan merupakan pusat perdagangan yang sangat ramai. Di sanalah budak-budak dan Kampung Bandan dipekerjakan. Seiring dengan perkembangan perdagangan di Batavia, pemerintah Hindia Belanda membangun pelabuhan baru di Tanjung Priok. Untuk menghubungkan kedua pelabuhan yang berjarak sekitar delapan kilometer itu, Belanda membangun rel kereta api, lengkap dengan stasiunnya.

Kampung Bandan menjadi stasiun kereta barang yang pertama di Jakarta dan sampai sekarang masih berfungsi sebagai stasiun kereta barang yang melayani jurusan Jakarta-Surabaya.

Sumber: jakarta.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: