Pusaka Mitrajasa Express

Jasa Kirim Barang Via Kereta-Api

Stasiun Tanjung Priok Kembali Beroperasi

Posted by pusakamitrajasa on 20/04/2009

Jakarta, 15/04/09) Terhitung sejak 13 April 2009, Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali dioperasikan. Diharapkan, stasiun yang sempat mati suri selama 9 tahun itu bisa memperkaya peninggalan budaya yang bisa dibanggakan oleh masyarakat Indonesia.

”Dengan dioperasikannya kembali stasiun ini, heritage (kebanggaan) kita tambah lagi satu. Masyarakat atau pun turis pecinta kereta api bisa memanfaatkannya untuk kegiatan napak tilas,” ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal saat meninjau sarana peninggalan penjajahan Belanda tersebut, Rabu (15/4).

Stasiun Tanjung Priok kali pertama dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun1885, 1 km di sebelah utara bangunan baru yang kembali dioperasikan saat ini. Pada tahun 1914, di masa pemerintahan Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg (1909-1916), dibangun stasiun baru (Bangunan saat ini), dengan luas 46930 m2 dan luas bangunan 3768 m2.

Tepat pada ulang tahun ke-50 Staats-Spoorwegen, 6 April 1925, Stasiun Tanjung Priok diresmikan dan bersamaan dengan pembukaan jalur elektrifikasi Tanjung Priok—Meester Cornelis yang dilayani kereta berlokomotif listrik seri SS-3200. Lokomotif tersebut adalah lokomotif pertama yang dioperasikan di Indonesia.

Dalam sejarahnya, stasiun tersebut sempat digunakan untuk memfasilitasi pengembalian para pekerja bekas Romusha ke daerah asal masing-masing setelah kedatangan mereka dari pelabuhan Tanjung Priok. Pada tahun 2001, Stasiun Tanjung Priok tidak lagi dioperasikan untuk angkutan penumpang. Tetapi hanya melayani langsiran KA barang menuju Pasoso. Kondisi Stasiun Tanjung Priok tidak terawat, kumuh, banyak gubuk-gubuk liar, serta marak dihuni gelandangan dalam stasiun sehingga rawan dari aspek keamanan.

Tahun 2008 (November – Desember) dilakukan renovasi bangunan stasiun dengan APBN Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar Rp 9 miliar. Renovasi itu meliputi antara lain kegiatan rehabilitasi atap, dinding bangunan, lantai peron dan bangunan stasiun, pengecatan overkapping stasiun, serta perbaikan pagar stasiun. Menindaklanjuti itu, Ditjen Perkeretaapian kembai mengalokasikan anggaran sebesar Rp 32,7 miliar pada 2009. Dana tambahan itu digunakan untuk merehabilitasi emplasemen, penataan track, serta pembangunan sinyal elektrik di stasiun.

Kontribusi juga diberikan Dharma Wanita Ditjen Perkeretaapian dengan membuat ”Rumah Pintar Kereta Api” di salah satu ruangan Stasiun Tanjung Priok. Fasilitas berupa perpustakaan dan ruang baca itu disediakan bagi anak-anak di sekitar stasiun.

Pilihan Baru Masyarakat

Untuk menyempurnakan stasiun yang diorientasikan menjadi stasiun pemberangkatan awal (origin) ke sejumlah wilayah tujuan di Jabodetabek dan regional (antarwilayah) tersebut, Ditjen Perkeretaapian kembali menambah alokasi kucuran dana melalui APBN sebesar Rp 30 miliar pada 2009 ini. Dana itu, papar Menhub, digunakan untuk keperluan di luar kegiatan renovasi dan rehabilitasi Stasiun Tanjung Priok. Antara lain digunakan untuk membiayai penertiban rumah-rumah liar disepanjang jalur KA, rehabilitasi jalan rel sepanjang 7,5 km, rehabitasi 4 unit jembatan, serta rehabilitasi listrik aliran atas.

”Diharapkan jalur ganda Jakarta Kota-Tanjung Priok dapat dioperasikan pada bulan November 2009,” ujarnya.

Menhub Jusman menambahkan, selain menjadi kebanggaan baru bagi bangsa ini, pengoperasian kembali Stasiun Tanjung Priok juga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi masal yang ideal. Tujuan renovasi dan pengoperasian kembali stasiun ini, jelasnya, adalah untuk mensinergikan fungsi pelabuhan dan stasiun yang letaknya berdekatan. “Sehingga, memudahkan penumpang kapal laut dari pelabuhan Tanjung Priok yang ingin melanjutkan perjalanan dengan kereta api,” kata menhub. Sedianya, tiga dari 8 jalur yang ada di Stasiun Tanjung Priok, yaitu 3,4 dan 5, akan dimanfaatkan untuk melayani difungsikan perjalanan tujuan Jakarta Kota, Pasar Senen, Kemayoran, Bekasi, serta kota-kota di Jabar, Jateng hingga Jatim. Sedangkan jalur 1,2 dan 6 yang masih dalam proses perbaikan, disiapkan untuk tempat parkir KA.

Jadi, tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Jabodetabek dengan rute-rute pendek yang difasilitasi anak perusahaan PT Kereta Api (KA), PT Komuter Jabodetabek. Stasiun ini juga diorientasikan untuk memfasilitasi perjalanan masyarakat dengan tujuan luar Jabodetabek (jarak jauh), dengan PT KA sebagai operatornya. Terdapat lima stasiun yang akan dilalui kereta yang berangkat dari Stasiun Tanjung Priok, yakni stasiun Ancol, stasiun Rajawali, stasiun Kemayoran, dan stasiun Senen. Kereta yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal 13 April dari stasiun tersebut antara lain Kereta Ekonomi tujuan Purwakarta, Kereta Lokal tujuan Cikampek, dan Kereta Ekonomi Kertajaya tujuan Surabaya.

”Jadi sekarang masyarakat yang datang dari luar pulau dengan kapal laut, kalau mau langsung pergi ke Surabaya bisa langsung berangkat dari stasiun ini. Mereka tidak perlu lagi ke Stasiun Senen,” sambung Menhub. Di sisi lain, Menhub berharap, PT Komuter Jabodetabek sebagai operator transportasi perkeretaapian di Jabodetabek juga bisa menjadikan pengoperasian stasiun Tanjung Priok sebagai sumber pendapatan baru.

Dirut PT Komuter Jabodetabek Kurniadi menambahkan, pihaknya akan memamsimalisasi pengoperasian KA ekonomi di Stasiun Tanjung Priok. Kurniadi berharap, pengoperasian kembali Stasiun Tanjung Priok mampu memberikan kontribusi peningkatan jumlah penumpang kereta api kelas ekonomi antara 10-15 persen. Wakil Direktur Utama PT Kereta Api Soedharmo Ramadhan ikut menjelaskan, telah digagas rencana untuk mengalihkan seluruh kereta ekonomi yang selama ini berangkat dari Pasar Senen serta sejumlah kereta komersil di Gambir bakal ditarik ke Tanjung Priok sebagai stasiun awal.

Usai meninjau seluruh fasilitas yang ada di Stasiun Tanjung Priok, Menhub yang didampingi Direktur Jenderal Perkeretaapian Tunjung Inderawan menyempatkan diri melakukan napak tilas menuju Stasiun Jakarta Kota dengan menggunakan kereta wisata KA Joko Kendil bersama para wartawan.

Sumber: Dephub

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: