Pusaka Mitrajasa Express

Jasa Kirim Barang Via Kereta-Api

Tidak Mudah Menghidupkan Jalur KA Lama

Posted by pusakamitrajasa on 12/12/2008

Tidak mudah menghidupkan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Bantul-Yogyakarta-Magelang-Ambarawa-Semarang. Pemerintah Provinsi DIY harus mempunyai anggaran yang banyak. Selain itu, masalah-masalah di lapangan juga harus dikaji cermat.

“Dinas Perhubungan DIY menyampaikan informasi pada kami bahwa menghidupkan kembali jalur KA lama itu masih sebatas kajian,” ujar Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta Hartomo Wiropuspito, Kamis (11/12).

“Kajian tersebut baru diimplementasikan tahun 2009. Kalau pun dilaksanakan, yang ditempuh bukan membangun kembali jaringan lama di tanah, melainkan jaringan di atas tanah. Ini seperti kereta layang berukuran kecil. Namun investasinya akan sangat besar,” ucapnya.

Jika membangun jaringan di tanah, paling mungkin mengikuti jalur lama (Palbapang Bantul-Semarang) yang sebagian relnya masih ada. Hanya saja banyak penggal rel KA sudah tertimbun tanah, melewati kampung, pasar, hingga persis di sisi jalan.

Hartomo menjelaskan, jalur Yogya-Magelang ditutup karena banjir lahar Merapi pada Maret 1974 menghantam Jembatan Krasak. Adapun jalur Palbapang Bantul-Yogyakarta, serta Ambarawa-Semarang ditutup April 1973. Jalur-jalur ini tidak dibuka lagi karena alasan ekonomis. Juga karena moda transportasi darat seperti mobil dan motor, semakin berkembang.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Mulyadi Hadikusumo mengatakan, gagasan menghidupkan kembali jalur itu sedang dikaji. Jika bisa terealisasi, pembangunan jalur KA tersebut, akan dilakukan mulai dari Parangtritis Yogya, lalu ke jalur Yogya Magelang. “Dua jalur itu lebih mungkin. Kalau sudah masuk ke Ambarawa nanti harus menembus terowongan sehingga prosesnya lebih lama,” katanya.

Keberadaan jaringan jalur KA tersebut memacu kunjungan wisata dan kegiatan ekonomi di wilayah yang dilewati. Meski begitu, menurut Mulyadi implementasi dari rencana tersebut masih lama. “Mungkin sekitar dua tahun lagi,” tambahnya.

Sumber: Kompas.com

2 Responses to “Tidak Mudah Menghidupkan Jalur KA Lama”

  1. Nurhadi said

    sebaiknya penghidupan jalur KA lama dan pembangunan jalur kereta api baru segera dipertimbangkan untuk dilaksanakan, mengingat banyaknya kendaraan bermotor baik pribadi maupun umum sudah banyak menyita potensi sumber daya negeri yang ada. Resiko kecelakaan lalu lintas yang merenggut bayak nyawa di jalan raya, polusi udara, polusi suara dan berbagai dampak negatif dari pemakaian kendaraan umum sudah sewajarnya mendapatkan perhatian yang serius. dan juga sumber daya alam seperti minyak bumi juga akan lebih cepat habis bilamana pertumbuhan kendaraan bermotor tidak dikendalikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: