Pusaka Mitrajasa Express

Jasa Kirim Barang Via Kereta-Api

Tarif Angkutan Umum Ditetapkan

Posted by pusakamitrajasa on 05/06/2008

Kamis, 5 Juni 2008 | 01:36 WIBJakarta, Kompas – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akhirnya menetapkan tarif angkutan umum yang baru setelah mendapat rekomendasi dan persetujuan DPRD, Rabu (4/6), di Balaikota DKI Jakarta. Tarif baru itu naik 38 persen dibanding tarif sebelumnya, atau lebih tinggi dari keputusan awal yang hanya 20 persen.

Penetapan tarif itu dilakukan setelah Komisi B DPRD bersama dengan Dinas Perhubungan, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), dan Organda menggelar rapat pembahasan tarif angkutan umum yang baru. Dalam rapat itu, usulan tarif yang diputuskan gubernur mengalami pembulatan sampai kelipatan Rp 500 ke atas.

Tarif per penumpang untuk bus kecil sekelas mikrolet naik dari Rp 2.400 menjadi Rp 3.000 dan tarif bus sedang sekelas metromini naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500. Tarif bus besar reguler naik dari Rp 1.900 menjadi Rp 2.500 dan tarif bus patas naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500. Adapun tarif untuk pelajar bagi bus sedang, besar, dan patas Rp 1.000.

Fauzi mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan dengan pembulatan tarif ke atas karena memenuhi unsur kepraktisan dalam bertransaksi. Tarif yang diputuskan sebelumnya merupakan hasil perhitungan teknis sehingga besarannya sampai ke pecahan puluhan rupiah. Tarif itu tidak praktis karena akan sulit mencari pecahan uangnya.

Tarif itu akan segera diproses menjadi surat keputusan dan menjadi tarif resmi. Tarif itu akan diluncurkan pada Kamis (5/6) atau paling lambat Jumat (6/6).

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Aliman Aat, mengatakan, persetujuan tarif baru itu didasarkan perhitungan 18 komponen biaya operasional kendaraan (BOK). BOK itu, antara lain, oli, suku cadang, perbaikan, servis berkala, penyusutan, dan bahan bakar. Tarif itu disetujui oleh Organda, DTKJ, dan Dishub.

Tidak ada perbedaan

Tarif bus patas, kata Aliman, disamakan dengan bus reguler karena pelayanan kedua jenis bus itu hampir sama. Bus patas yang seharusnya tidak mengangkut penumpang dengan cara berdiri dan tidak berhenti di setiap halte justru melakukan praktik yang sama dengan bus reguler yang menjejalkan semua penumpang, entah duduk atau berdiri.

Ketua DTKJ, Edi Toet Hendratno, menyatakan, keputusan Komisi B DPRD DKI sama seperti rekomendasi DTKJ. Bedanya, tarif yang di atas Rp 2.000 dibulatkan ke atas menjadi Rp 2.500 dan tarif pelajar dinaikkan dari Rp 700 menjadi Rp 1.000 per orang.

Sementara itu, Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Herry JC Rotty, mengatakan, tarif itu sudah sama dengan tarif yang diterapkan oleh awak angkutan di lapangan, pascakenaikan harga bahan bakar minyak. Tarif yang baru itu dapat meredam sebagian besar gejolak awak angkutan dan protes penumpang.

”Tarif yang diajukan oleh Organda sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan dengan ketetapan ini. Tarif dengan asumsi penyusutan kendaraan bekas, rata-rata kenaikannya 44,03 persen. Jika dihitung dengan asumsi penyusutan kendaraan baru, kenaikan tarif seharusnya mencapai 53 persen sampai 102 persen,” kata Herry. (eca)

Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: