Waspada Pasang Maksimum
Posted by pusakamitrajasa on 22/01/2008
JAKARTA, SENIN – Potensi terjadinya rob atau pasang maksimum di sekitar pantai Pulau Jawa masih harus terus diwaspadai hingga Juni 2008. Apalagi di saat musim hujan, pasang air laut berpotensi lebih tinggi jika curah hujan tinggi, terbentuk badai, dan angin kencang.Pasang air laut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Juni 2008 sebagai siklus pasang maksimum. Siklus pasang maksimum dipengaruhi fenomena bulan ‘perigee’ atau saat jarak Bulan dengan Matahari paling dekat.
Sekarang, urainya, Bumi dalam periode menuju puncak pasang tinggi tertinggi (highest high water level) itu, sehingga wajar jika pasang-pasang yang terjadi setiap bulan akhir-akhir ini juga sangat maksimal. Itulah mengapa sejak tahun terakhir pasang laut (rob) mulai menjadi fenomena di pesisir Indonesia.
Fenomena ini akan mulai menurun setelah Juni 2008, dan akan berulang lagi pada 2027 di mana Januari menjadi puncaknya.
“Karena itu tanggal 21-22 Januari ini ketika purnama, kondisi pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera dan lain-lain perlu diwaspadai lagi akan digenangi rob,” katanya.
Pasang maksimal akan diperparah jika dibarengi kejadian lain seperti pembentukan siklon, hingga adanya alun (swell). Pembentukan siklon, ujarnya, akibat perbedaan tekanan udara yang kontras dan membuat massa udara bergerak membentuk pusaran di pusat tekanan rendah, di mana setiap 10 mbar penurunan tekanan udara menyebabkan kenaikan muka air laut sekitar 10 centimeter.
Sedangkan swell dibangkitkan oleh angin yang terjadi akibat depresi tekanan lintang menengah di selatan Samudera Hindia dan menjalar ke pantai tanpa halangan antara selatan Afrika dan barat daya Australia dan juga di pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik dan bisa membuat gelombang berketinggian lima meter.
Sementara itu, peneliti dari Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, Dr Thomas Djamaluddin mengatakan, siklus pasang bulan-matahari pada Juni 2008 kira-kira akan sama kejadiannya dengan 18,6 tahun lalu dan tidak ada keistimewaannya. “Potensi rob Juni itu biasa saja, kecuali ada faktor cuaca ekstrem seperti Mei tahun lalu,” katanya.
Menurut dia, rob maksimum dari efek bulan-matahari justru terjadi pada Desember-Februari akibat efek cuaca yang memperkuat. “Pasang maksimum berpotensi terjadi sekitar 19 Januari dan 18 Februari. Ini perlu diwaspadai kalau faktor cuaca memperparahnya dan menyebabkan gelombang besar,” katanya.
Kompas.com











